Sabtu, 30 Juni 2012

Sekarang gag tau apa judulnya..

Membaca pstingan-postingan sebelum hari ini, malah ngakak, masih mikir apa yang saat itu aq rasakan.. memang agaknya aku harus selalu menulis apa yang sedang aku lakukan saat ini sampai apa yang ada dipikiranku, setidaknya kalau aku membaca kembali apa yang ada dalam postingan dulu malah cuman dua baris, apa coba yang bisa diingat dari dua baris itu?
OK deh aq ceritain sekarang aq lagi duduk menunggu nggak tau apa yang sedang aku tunggu. memang keliatannya aku lagi menunggu waktu biar terus berputar. dan sekarang ada lagunya repvblik izhinkan aku mencintaimu lagi muter dari winamp di komputer OP. dengan melihat kertas-kertas laporan berserakan aku mulai menulis. tadi hatiku tak merasa ada yang aneh, namun karna tiba2 lagu tadi muter aku malah keruh rasa dihatiku dan gag jelas. lagu itu dalem namun aq gag tau pernah merasa seperti lagu itu dengan siapa.
memang terlalu banyak laki-laki yang datang dan pergi dalam hidupku, mulai jadi kenalan, temen, selingkuhan sampai pacar juga sering ganti. kenapa sering ganti? aku selalu menerima orang yang nembak aku, aku ingin selalu seperti statemen ku yang dulu, "Cintailah orang yang mencintaimu, karena mencintai seseorang akan lebih sakit, bila dicintai akan selalu bahagia mendapatkan cinta yang diberikan oleh orang yang mencintai diri kita, hanya butuh kerelaan hati menghargai semua hati yang mencintaiku. malah akhir-akhir ini aku malah tidak bisa membedakan antara yang mencintaiku dan yang MENCINTAIKU. statemen tadi tu kata-kata yang tak buat pas aku memutuskan berpisah dengan Mas mahmud karena memang kita tidak bisa bersama kita memang tidak setara. makin dewasa ah agaknya tidak, makin tua memang sakit nya erlarut sampai lima tahun, namun well tepat langkah yang aku ambil, benar mungkin hidup itu tidak hanya dengan cinta saja, sekarang aku lebih menemukan statemen baru yang mungkin mendukung mungkin mematahkan statement sebelum-sebelumnya. Hidup hanya membutuhkan survival  tanpa survival kita berasa kayak mayat hidup ya hanya memenuhi kebutuhan fisik bagaimana kita bisa tetap hidup. Jenuh. memang posisi tersebut sangat tidak mengenakkan, yang tiap hari hanya menunggu kapan aku akan mati. saat itu hanya ada dua doaku, kalau nggak cepat ambil nyawaku, datangkan lah sesuatu yang bisa membuatku tetap survival menjalani hidup ini, buat sesuatu dalam hatiku yang membuat aku ingin maju, mungkin memang qinoi yang membangkitkan aku dari masa kejenuhan, well aku sangat berterimakasih padanya tentang itu, meski dia sekarang sudah habis jodohnya dengan ku, tapi aku bodoh aku masih saja mengaharap dia meski aku tahu saat ini sudah habis jodohku bertemu dia. 
sekarang aku lebih kembali kepada siapa aku harus kembali, Ya Rabb pantau dan bimbing setiap apa yang aku kerjakan, qinoi, makasih aku berbeda setelahmu, aku bisa kembali menjadi nia. aku lebih dapat mengenal siapa aku lagi. meski sekarang rasaku sudah tak menggebu lagi, atau mungkin sudah tidak ada lagi tapi semangat untuk menjadi lebih mandiri dan lebih maju masih ada. Ya Rabb bimbing aku agar selangkah lebih maju tiap hari.
dan sekarang aku memiliki keluarga baru, memiliki banyak teman baru, dan yang paling penting ada seseorang yang mungkin membuatk tertarik ingin mengetahui ingin memahami dan mungkin ingin mencintai dia. malah aku makin tertarik karena kisah masah lalunya, lantas apa yang aku harus perbuat sekarang? aq berusaha menjamah dia membuat dinamika psikologis hidupnya, menerka-nerka semua tentang dia, ya memang bener kata mas adie, kisah cintanya memang bagus, tragis, penuh pengorbanan. bila aku bandingkan denganku, aku hanya tak ada apa-apanya dengan dia. kenapa aku selalu memikirkan apa kekuranganku, apa yang gak ada dari seseorang di diriku. meski aku melihat segudang kejelekan diriku, tentu masih ada se desa mungkin kekuranganku.
Ya Rabb, dengan kesungguhan hati aku berdoa, datangkanlah cinta dalam hati, hari ku yang tiap hari akan menambah aku semakin dewasa semakin sadar tentang WHO AM I? tantang sifat makhlukku. dan membuatku selangkah lebih maju tiap hari.
aku masih takut menerjunkan hatiku kedalam seseorang yang baru itu, takut, dan sangat takut, meski lagaknya dia datar di permukaan aku tahu, hatinya sangat sakit dan mungkin ada luka yang mengaga dihatinya, mungkin sampai sekarang masih juga mengering dipinggirannya, atau malah melebar meluas. Ya Rabb beri kesembuhan pada hatinya yang tentunya engkau tau siapa yang aku maksud disini. buat dia bisa dari hati senyum menggunakan hatinya, buat agar dia tidak lagi harus menangis dalam kegembiraan atau menangis dalam kesenangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar