Jumat, 06 Desember 2024

Dear Diary-ku

Hai, Hari ini gimana ya? aku habis nulis ucapan selamat ulang tahun, ya semoga bisa ku kasihkan nanti pas di Yogyakarta. Aku lagi pengen bersih-bersih eh dengerin lagu malah pengen nulis diari kata-kat, eh malah ingat klo kamu mau ulang tahun. hehehe.

Tau nggak banyak banget yang ingin ku ceritakan. setelah ku evaluasi, kayaknya aku nilis disini bukan karena senang apa lagi sedih. lebih ke aku mengevaluasi diri tentang absurd dan nano nano dunia ini. kayaknya begitu, aku jadi teringat postingan sebelumnya, ternyata saat aku galau dia juga galau. he, he. mungkin ya mungkin.

Dia, hehe mulai duluan, ya tau saat itu aku berusahan menahan dengan segenap gempuran itu. hahah, malah akhirnya nangis berdua dodol. ya, nggak ada gimana2nya si. ini nambah lagi, ada jogja, ya, ini memang pengen akutunjukkan disini aku mendapatkan aku yang begini, hahaha, kota yang mendewasakan aku dengan segala isinya. ingin ku ajak kamu menyusuri Jogja di malam hari dini hari, sungguh bertolak belakang dengan kota itu saat siang.

sudah 3 tahun lebih, aku mencintaimu. fak fak. tapi, tadi malam, aku dapat kabar yang menyenangkan dan menyedihkan sekaligus, bagaimana tidak menyenangkan, akhirnya aku bisa lepas dari jerat ujian ini, ya sekalipun ujian itu sungguh berat juga kalu berpisah. tapi dengan aku pergi menjauh sejauh-jauhnya, kita bisa memiliki satu sama lain tanpa ada yang tau, tanpa ada yang kepo. dan masih bisa saling mendoakan kebaikan masing-masing. setiap hari dari hari ini, saat pertemuan denganmu akan ku hargai, ku nikmati setiap detiknya. 

Apakah aku bisa menjauh darimu? Menahan rindu kamu pergi dinas aja aku rindu. Mas, apa kamu adalah mas yang aku tulis dulu, mas yang aku masih belum tau namanya. Mas, beneran jika waktu pertama kali lihat kamu, kamu benar-benar bukan laki-laki yang membuatku suka. Aku sampai heran waktu itu, kenapa terlihat banyak sekali orang yang menyukai kamu dalam diam. hahaha. tapi, kenapa ternyata malah bikin nangis aku bertahun-tahun. 

Menurutmu aku senang dengan cinta ini, menurutmu aku sengaja? aku benci jatuh cinta sama kamu, benci hatiku diisi olehmu sepenuhnya, nggak siang, malam pagi, dini hari sore atau kapanpun kayaknya pernah aku nangis untukmu. Ya Allah, berat banget cinta ini. saat itu, bukan aku tak mau, andai kamu tau aja, sepanjang perjalanan itu, tubuhku rasanya mau meledak karena bahagia. sampai aku takut Allah cemburu sama kamu. aku begitu menyayangi kamu. mencintaimu. Aku bukan takut berpisah darimu, tapi lebih ke menyesal pernah bertemu denganmu. jika saat itu aku tak memilih disini, aku gak akan bertemu dan menjadi kenal denganmu. tak ada air mata, tak ada cinta tak bisa bersama ini.

Jika dulu, kisah cintaku hanya sedih melupakan karena mungkin tidak jodoh, atau melakukan kebodohan yang fatal. tapi, sekarang, aku harus melupakan sesuatu yang bahkan tidak pernah aku miliki. bagaimana aku bisa menginginkan milik orang lain sampai rasa-rasa mau gila, cuma nangisin barang milik orang lain. Seumur hidup aku tidak pernah menginginkan milik orang lain, bahkan mainan ataupun baju atau makanan. Paling lebih keirian dituruti, mungkin ini yang bikin aku berusaha menuruti keinginan anakku.

Hey, bagaimana aku besok di Jogja, mas. aku pengen memelukmu sungguh. aku berharap dan menyangkal, apakah mas yang aku tulis di pertengahan tahun 2012 itu adalah kamu? apa aku hanya fatamorgana tentang kamu, saat itu di postingan beberapa setelahnya, juga nulis, semoga kita ketemu, disaat aku sudah mapan secara penghasilan, kemantapan jiwa, pola pikir dan lain-lain. Mas, itu saat ini. tapi, memikirkan kita bersama, drama kehidupan yang sangat sakit menanti didepan berarti, aku ga mau mas. aku g mau. aku g mau buah hatiku sakit, aku g mau. mas. aku harus gimana? ya Allah aku kudu gimana? kenapa ceritanya sangat tidak terprediksi.

Aku coba mengisi mengalihkan kepada yang lain, yang ada cuma anyep. Masak iya aku tuliskan kata-kata panjang kalilebar yang harusnya ku sampaikan ke kamu, malah ke orang. jahat banget ya aku. Kata orang, jatuh cinta yang dalam hanya 3 kali. Jika begitu, yang pertama yang itu, yang kedua banyak bisa dibaca ditulisan sebelumnya. yang ketiga kamu. Haduh bersusah payah aku melupakan orang itu. eh, ketemu kamu. Ntah, nggak tau tahun-berganti tahun nanti.

Jika pengajuan pindahku berhasil, bacalah kisahku. kenakalanku. dan semuanya. Semoga kamu hanya ada dalam khayalanku, tidak untuk bersama beneran. karena membayangkan kesedihannya aku langsung membenci cinta ini. semoga kamu bahagia ya sayang. Sungguh seluruh hatiku saat ini, milikmu, sekalipun aku persilahkan beberapa orang untuk mencoba mengusirmu. tapi ya gak bisa. bahkan kamu ku suruh pergi, juga gak mau. dasar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar